NASKAH SKENARIO
SWEET SEVENTEEN SANTO CAROLUS
(17th SANTO CAROLUS)
a. OPENING
Diatas panggung terdapat sebuah telur yang terbentuk dari para penari yang membentuk konfigurasi menyerupai telur. Didalam telur terdapat sesosok tokoh yang tak lain adalah CAROLUS. Music mengalun menggambarkan suasana sendu sebuah proses kelahiran. Disisi lain panggung terdapat tarian penggambar suasana kehidupan pedesaan yang sejahtera. Music pembuka terdiri dari gamelan,angklung dan koor vocal. Tokoh tersebut mulai belajar berkembang dari tubuhnya hingga pola fikirnya. Hal itu juga diikuti oleh para penari yan membentuk konfigurasi tadi mulai merekah bak seperti bunga. Akhirnya Carolus mulai belajar berkembang namun sesekali dia terjatuh tapi bangkit dan terjatuh lagi, begitu terjadi selama beberapa kali. Tak lama kemudian ia mulai terbiasa dengan tubuhnya.
Keterangan:
Penari:melakukan gerakan yang melambangkan sebuah kesucian tradisi dengan gerakan-gerakan sebuah proses kelahiran. Tema yang diusung dalam tarian adalah kesucian, ketentraman.
Musik:mengalunkan ilustrasi sebuah proses kehidupan baru yang bersemangat, dimana didalamnya dilakukan kolaborasi antara, angklung, gamelan, kulintang dan paduan suara. Setelah tak lama berselang dari ketiga aliran musik tadi tampil menampilkan ilustrasi personal-personal. Tema yang diangkat dalam ilustrasi tadi adalah sebuah semangat baru dengan kehidupan baru melambangkan sebuah kesucian, ketentraman.
b. ISI
SANTO CAROLUS yang mulai belajar akhirnya bertemu dengan kehidupan sebuah pedesaan yang tentram dan meyejukkan. Diatas panggung terdapat beberapa penari, kemudian beberapa orang-orangan sawah dan beberapa anak yang sedang bermain. Permainan yang dimainkan mulai dari egrang, petak umpet, dan lompat bamboo. Tak lama kemudian Santo Carolus pun mulai ikut bermain dalam permainan tadi.
Dari semua permainan tadi hampir semua Santo Carolus mainkan dan dia pandai memainkannya. Karena dia merasa pandai dalam segala hal ia merasa jenuh dengan permainan tadi. Akhirnya dia memutuskan untuk mencari kehidupan yang lain. Santo keluar panggung dan diikuti dengan penari dan permainan-permainan tadi.
Masuk beberapa pemain music underground atau music-musik keras. Music mengalun keras dan sangat menakutkan sebagai sebuah penggambaran suasana modern yang tidak baik. Namun tidak lama kemudian beberapa penari masuk, menarikan tari tarian modern, hip hop, breakdance, serta diikuti beberapa pemain yang membawa laptop, handphone dalam ukuran yang tidak lazim. Berseling dengan itu Santo memasuki panggung, karena dia merasa menemukan hal yang baru dia merasa senang dan tergiur. Dia mulai mempelajari semua hal dari mulai music, tari-tarian serta permainan perwakilan kebudayaan modern tadi. Tapi setiap kali dia mempelajarinya, terkadang dia mampu mengikutinya tapi terkadang ia tak mampu mengikutinya. Akhirnya dia pun merasa jenuh dengan kehidupan barunya. Dia pun bingung, kehidupan seperti apa yang sebaiknya dia pilih, bersamaan dengan kebingungannya kebudayaan tradisi tadi hadir. Terjadilah saling tarik menarik, atau lebih tepatnya saling menghasut agar santo memilih kebudayaan yang mereka anut. Terjadi cukup lama, akhirnya Santo jatuh tersungkur.
Keterangan:
Teater: carolus mulai mempelajari tubuhnya, terus saja dia memandangi tubuhnya, pada akhirnya ia sadar betul akan dirinya, tak lama kemudian carolus melihat disudut panggung ada sebuah kejadian diman disana terdapat beberapa penari penduduk yang menarikan tari-tarian tradisi akhirnya carolus berniat mendekati, namun… ia terjatuh karena ternyata dia perlu mempelajari betul tubuhnya seperti halnya manusia, tak ada manusia satupun yang terlahir kedunia ini langsung bisa berjalan dan berlari. Akhirnya carolus bangkit kembali dan mulai belajar menari mengikuti tari-tarian tradisi . dia terkesan kaku namun akhinya menari dengan pandai. Beberapa saat kemudian masuklah anak-anak dengan beberapa permainan, lompat bambu, petak umpet, dan lain-lain. Carolus pun membaur dengan permainan tadi, tak lama ia merasa jenuh dengan semua hal itu.
Penari: melihat carolus yang terjatuh beberapa menari mersa simpati dan mengajak carolus belajar tari-tarian tradisi.
Keterangan:(Memasuki dunia modern)setelah carolus keluar panggung dan dikuti para penari, sunyi sejenak dan BLACK OUT.
Musik: musik mulai Fade in musik yang terdiri dari band, music DJ berkolaborasi menjadi satu mencerminkan kehidupan bebas (keras),tema yang diangkat adalah pencerminan kebebasan, keras dan bersemangat.
Penari: masuklah beberapa penari mengenakan kostum-kostum modern menarikan tari-tarian modern, hip hop dan break dance. Sesekali mereka bercengkrama namun menarikan lagi tari tarian. Tema yang diangkat adalah kebebasan dimana semua penari seperti kesurupan.
Teater: tak lama kemudian Carolus datang dan tercengang melihat apa yang ada di hadapannya. Melihat carolus penari modern tadi menghampirinya dan mengajak carolus membaur bersama mereka. Terbawalah dia hanyut dalam kehangatan tarian modern. Tak lama kemudian masuk anak-anak teater yang menggunakan pakaian modern membawa mainan-mainan nan canggih laptop, handphone, playstation. Melihat hal itu akhirnya carolus menginginkan memainkannya pula, pertama anak-anak tadi menolak kehadiran carolus sebab dianggapnya carolus adalah anak desa, primitif. Namun akhirnya mereka pun saling bermain.
Keterangan: musik makin keras dan Fadeout. Berselang dengan itu terdengar dari kejauhan musik tradisi mengalun bersamaan dengan penari penari tradisi (fadein) setelah berada di atas panggung mereka melihat carolus bercengkrama dengan kebudayaan yang mereka anggap tidak baik. Terjadilah konflik memperebutkan carolus. Carolus bimbang harus memilih yang mana.
Musik: musik mengalun makin mencekam menggambarkan sebuah kebingungan yang dihadapi carolus. Musik terdiri dari pencamppuran musik tradisi dan modern makin memuncak dan puncak dari kejadian ini ditandai dengan carolus yang meronta.
c. PENUTUP
Bersamaan dengan itu, terdapatlah paduan suara yang melambangkan sebuah kesedihan. Dan akhirnya sesok bunda hadir bersama vokalis Band KOTAK untuk mengakahiri kisah ini. Kisah berakhir dimana tokoh bunda tadi berusaha mengingatkan santo Carolus padaa hakikatnya. Bahwa semuaa kebudayaan itu baik. Entah itu budaya tradisi maupun budaya modern. Hanya bagaimana si santo mampu memilah mana yang baik dan mana yang buruk.
Keterangan:lampu mejadi remang-remang hanya fokus pada satu titik dimana dari situ datanglah sesosok bunda dengan peri-perinya. Bunda menghampiri carolus terjadilah suasana mengharukan seorag anak yang kembali keharibaan bundanya.
Musik: menaglun musi yang hanya teriri dari paduan suara, dimana didalamnya menggambarkan sebuah keharuan dapat dikatakan tema yang terkandung dalam ilustrasi ini adalah keharuan bercampur dengan kesedihan. Akihrnya musik berakhir dengan carolus yang memeluk bundanya. Musik Fade out.